Headlines News :
Home » » Apa itu Istihadhah?

Apa itu Istihadhah?

Istihadhah ialah darah yang keluar di luar waktu-waktu haidh dan nifas atau keluar secara bersambung setelah haidh atau nifas. Jika ia keluar seperti yang pertama (di luar waktu) maka hal itu sudah jelas. Namun jika seperti yang kedua, yaitu keluar secara bersambung sesudah sempurnanya waktu haidh atau nifas, maka ketentuannya sebagai berikut:
Jika seorang perempuan biasa mengeluarkan darah haidh atau nifas dengan teratus, maka darah yang keluar melebihi kebiasaannya adalah darah istihadah. Berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ
قَالَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِي حُبَيْشٍ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي لَا أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلَاةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا ذَلِكِ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَاتْرُكِي الصَّلَاةَ فَإِذَا ذَهَبَ قَدْرُهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّي
Telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari ['Aisyah], bahwa ia berkata, “Fatimah binti Abu Hubaisy berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, aku dalam keadaan tidak suci. Apakah aku boleh meninggalkan shalat?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu menjawab: “Sesungguhnya itu adalah darah penyakit dan bukan darah haid. Jika haid kamu datang maka tingalkanlah shalat, dan jika telah berlalu masa-masa haid, maka bersihkanlah darah darimu lalu shalatlah.” (Shahih bukhari no:309)
Apabila bisa membedakan antara dua darah, darah haidh adalah darah hitam yang sudah dimaklumi dan selain itu adalah darah istihadhah. Berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه و سلم:
“Apabila darah haidh, maka ia berwarna hitam yang sudah dikenal (oleh kaum wanita), maka hendaklah kamu berhenti dari sholat; namun jika berwarna lain, maka hendaklah kamu berwudhu’, karena ia adalah darah yang berasal dari pembuluh darah.” (Shahih:Irwa’ul Ghalil no:204, Nasa’i:185)
Jika dia mengeluarkan darah istihadah, namun ia tidak bisa membedakan antara darah haidh dan darah istihadhah, maka hendaklah ia mengacu kepada kebiasaan kaum perempuan di negrinya. Ini berdasarkan pada sabda Nabi صلى الله عليه و سلم :
“Sesungguhnya itu hanyalah dorongan dari syaithon. Maka hendaklah kamu menjalani masa haidh enam atauh tujuh hari menurut ilmu Allah, kemudian mandilah hingga apabila engkau melihat bahwa engkau suci dan bersih maka sholatlah selama dua puluh empat malam atau dua puluh tiga hari dan berpuasalah, karena sesungguhnya itu cukup bagimu. Dan begitulah hendaknya kamu berbuat pada setiap bulan, sebagaimana kaum wanita berhaidh dan sebagaimana mereka, bersuci sesuai dengan ketentuan waktu haidh dan waktu sucinya.” (Tirmidzi I:83 no:28. Ibnu Majah I:205)
Jum’at, 28 Dzulqo’dah 1431
Maraji:
Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah wa Kitabil ‘Aziz, Pustaka Assunnah

Share this post :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Agus Prasetyo - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger